Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

TEORI EVOLUSI DALAM KACAMATA ISLAM

Di akhir tahun 2005, gubernur Kentucky, Ernie Fletcher, menghimbau sekolah-sekolah di negara bagian tersebut untuk memasukkan topik “intelligent design” dalam kurikulum sekolah umum. Himbauan tersebut mendapat banyak kritikan dan penolakan dari kalangan ilmuan. Alasannya, intelligent design bukanlah sains karena tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kasus Kentucky hanya salah satu dari sekian banyak kasus pertentangan antara kelompok pendukung teori evolusi dan kelompok Kreasionisme.
Kelompok pertama percaya bahwa teori evolui merupakan jawaban yang paling tepat terhadap keberadaan alam semesta beserta makhluk hidup di dalamnya. Sebaliknya, kalangan Kreasionisme menolak evolusi dengan alasan Tuhan adalah pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Karena itu, mereka menuntut dimasukkannya topik intelligent design sebagai bagian dari kurikulum sains di sekolah-sekolah umum sebagai pembanding teori evolusi.

Walaupun pertentangan antara kaum evolusionis dan kreasionis di Indonesia belum seheboh di Amerika Serikat, perbedaan cara pandang ini berpotensi menjadi masalah yang kontroversial di masa-masa yang akan datang. Karena itu ada baiknya kita melihat permasalahan ini secara jernih.

Secara definitif, evolusi adalah perubahan secara berkala. Dalam teori evolusi, alam semesta beserta isinya terbentuk dari bahan yang sangat primitif melalui rangkaian perubahan yang terjadi secara perlahan selama jutaan tahun. Umumnya, evolusi alam semesta tidak menjadi masalah dengan ajaran Islam karena teori mengenai proses pembentukan alam semesta (Teori Big Bang) mendukung proses penciptaan alam yang diuraikan di dalam AlQur’an (51:47; 21:30). Yang menjadi kontroversi adalah penjelasan evolusi makhluk hidup yang diperkenalkan olah Charles Darwin, seorang naturalis dari Inggris, pada tahun 1859 dalam bukunya: “The Origin of Species”. Menurut Darwin, mahkluk hidup tidak diciptakan secara terpisah, tetapi muncul (evolve) dari nenek moyang yang sama (common ancestor). Darwin juga mengatakan bahwa seleksi alam (natural selection) adalah penyebab utama, namun bukan satu-satunya, proses modifikasi pada mahkluk hidup. Dengan berkembangnya ilmu biologi molekuler, belakangan para ilmuwan evolusionis memasukkan dua hal dalam teori evolusi yakni tentang awal kehidupan (the origin of life) dan proses mutasi sebagai salah satu penyebab modifikasi mahluk hidup.

Teori Darwin mungkin valid bagi para ilmuwan. Tapi bagi para pengkritik dari kalangan agama, teori Darwin membawa implikasi serius karena dapat menjerumuskan manusia ke faham atheisme. Hal ini karena teori Darwin meniadakan unsur supernatural (pencipta). Segala proses yang terjadi dikaitkan dengan proses alam yang menurut teori tersebut berjalan dengan sendirinya. Dari dimensi politik, konsep the survival of the fittest dalam teori Darwin menjadi alat pembenaran faham rasialisme dan fasisme yang mengancam hak-hak kemanusiaan.

Lalu bagaimanakah umat Islam sebaiknya memandang teori evolusi secara bijak?

Teori evolusi dapat dibuktikan benar atau salahnya secara keilmuwan pula. Pembuktian secara supranatural (misalnya intelligent design dan keajaiban) bukan merupakan cara yang terbaik karena supranatural bersifat selalu benar (nonfalsiable) namun sulit dibuktikan secara nyata (untestable). Walaupun Allah SWT berfirman bahwa Dia-lah pencipta segala sesuatu, namun Allah SWT mewajibkan hambaNya untuk mempelajari penciptaan tersebut. Misalnya dalam surah 88 ayat 17 s/d 20, Allah SWT menantang manusia untuk mempelajari penciptaan hewan (unta), langit, gunung-gunung, dan bumi. Dengan demikian, menggunakan nama dan kehendak Allah untuk menjelaskan suatu kejadian (misalnya masalah sains) tanpa mengungkapkan proses-proses atau bukti-bukti empiris sangatlah kurang tepat. Selain dapat mematikan hasrat mencari tahu (menuntut ilmu), penjelasan seperti itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Mukjizat (miracles) yang terkadang Allah SWT tunjukkan bukan merupakan alasan yang tepat sebagai alat pembuktian yang empiris. Mukjizat tersebut harusnya lebih bersifat sebagai peringatan atau tanda dari Allah SWT kepada hambaNya tentang keberadaanNya dan kehendakNya yang mutlak. Namun, dalam proses-proses atau kejadian-kejadian umum yang berlaku, Allah SWT menggunakan proses yang alami (sunnatullah) sehingga manusia mampu mempelajarinya. Termasuk didalamnya adalah seleksi alam dan mutasi gen. Proses seleksi alam dan mutasi gen tersebut berlangsung sedemikian rupa atas ijin Allah SWT agar dapat dipelajari oleh manusia. Apakah seleksi alam dan mutasi gen tersebut membentuk makhluk baru dari makhluk yang lebih primitif, hanya Allah yang mengetahuinya. Darwin dan ilmuan lain memberikan hipotesis bahwa seleksi alam dan mutasi gen menyebabkan perubahan bentuk yang menghasilkan makhluk baru. Hipotesis tersebut terbentuk disebabkan oleh sifat ingin tahu mereka terhadap proses penciptaan makhluk hidup. Hal tersebut bukan merupakan masalah, karena sifat ilmu memang seperti itu, yaitu dimulai dengan keingintahuan (curiosity) kemudian dilanjutkan dengan pembuktian. Dengan demikian, penyikapan yang Islami dalam masalah evolusi Darwin adalah dengan mempelajari lebih jauh proses-proses penciptaan mahkluk secara ilmiah dan mencari dalilnya di dalam AlQur’an.

Dalam AlQur’an surah 21 (Al-Anbiya) ayat 30 dinyatakan bahwa:
“Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa ruang angkasa dan bumi adalah satu kesatuan? Kemudian keduanya Kami pisahkan. Dan dari air Kami ciptakan segala sesuatu yang hidup. Mengapa mereka tidak juga beriman?”

Selanjutnya ayat Allah SWT pada surah 30 (Ar-Rum) ayat 20:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah diciptakanNya kamu dari tanah, kemudian kamu menjadi manusia yang bertebaran (di muka bumi)”.

Perhatikan pula surah 22 (Al-Hajj) ayat 5 berikut ini:
“Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keraguan tentang berbangkit kembali, maka fikirkanlah bahwa Kami menciptakan kamu dengan proses yang pada mulanya dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan ada juga yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepadamu, kemudian daging yang segumpal itu kami kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak (aturan) Kami sampai batas waktu yang ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian kamu meningkat dewasa, kemudian ada diantara kamu yang diwafatkan dan ada juga yang sampai tua bangka, sehingga ia tidak ingat apa-apa lagi. Dan sebagai bukti berbangkit itu, kamu melihat bumi kering gersang, kemudian apabila telah Kami sirami dengan air (hujan), bumi itu hidup dengan subur kembali menumbuhkan beraneka ragam tumbuhan yang indah menawan”.

Selanjutnya surah 40 (Al-Mukmin) ayat 67:
“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian menjadi setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai bayi, kemudian kamu menjadi dewasa sampai tua. Di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum tua supaya kamu sampai kepada waktu yang ditentukan (hari kiamat) dan supaya kamu memikirkan.”

Selanjutnya surah 71 (Nuh) ayat 14:
“Sesungguhnya Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan.”

Ayat-ayat tersebut di atas jelas menyebutkan bahwa manusia (makhluk hidup) diciptakan dari air dan tanah dan mengalami perubahan secara gradual (bertingkat) dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Proses perubahan tersebut juga banyak dinyatakan dalam Al-Qur’an seperti dalam kisah-kisah nabi dan rasul yang termaktub di dalamnya. Dalam kisah-kisah tersebut diungkapkan bagaimana bentuk fisik dan umur dari beberapa nabi dan rasul tersebut yang apabila dibandingkan dengan manusia jaman sekarang tampak perbedaannya, misalnya manusia jaman dulu mempunyai fisik yang lebih besar dan tinggi serta umur yang lebih panjang. Dengan demikian ayat-ayat di atas selain tidak bertentangan dengan teori Darwin, sekaligus juga mendukung teori Darwin mengenai proses pembentukan makhluk hidup secara gradual mulai dari “protobiont” yang awalnya terbentuk di lingkungan perairan (deep-sea vents) dengan bahan inti dari tanah (inti bumi). Bisa dikatakan bahwa Darwinlah yang pertama kali ingin membuktikan ayat-ayat di atas secara ilmiah.

Berdasarkan uraian di atas, teori evolusi Darwin tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam. Kekhawatiran bahwa teori tersebut dapat menyebabkan manusia menjadi atheis karena tidak memasukkan unsur ketuhanan didalamnya mungkin kuranglah tepat. Seperti teori-teori lain dalam ilmu pengetahuan, maka teori Darwin pun harus lepas dari unsur ketuhanan di dalamnya. Karena apabila memasukkan unsur tuhan, maka teori tersebut akan menjadi bagian dari ajaran keagamaan (theologi). Manfaat dan mudlarat yang timbul akibat teori tersebut sangat tergantung pada bagaimana kita menilai dan menggunakannya. Contoh manfaat yang dapat diambil dari teori Evolusi Darwin tersebut adalah berkembangnya ilmu Biologi, Kedokteran, dan Farmasi, terutama yang berhubungan dengan klasifikasi makhluk hidup dan pemanfaatan mahkluk hidup sebagai sumber pengobatan. Mudlarat yang timbul mungkin adalah atheisme, rasialisme dan fasisme. Namun, hal ini dapat dihindari dengan meningkatkan pemahaman agama serta pemahaman tentang hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.

Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dgn keyakinan dogmatis yg berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan. Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno ini yg telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan modern melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya mereka yg mempelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya. Seraya mempelajari ilmu pengetahuan mereka berusaha menyingkap rahasia jagat raya yg telah diciptakan oleh Tuhan dan mengungkap hukum-hukum dan detail-detail dalam ciptaan-Nya. Ahli astronomi seperti Leonardo da Vinci Copernicus Keppler dan Galileo bapak palentologi; Cuvier perintis botani dan zoologi Linnaeus dan Isaac Newton yg dijuluki sebagai “ilmuwan terbesar yg pernah ada” semua mempelajari ilmu pengetahuan dgn tidak hanya meyakini keberadaan Tuhan tetapi juga bahwa keselurohan alam semesta adl hasil ciptaan-Nya. Albert Einstein yg dianggap sebagai orang paling jenius di zaman kita adl seorang ilmuwan yg mempercayai Tuhan dan menyatakan “Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya ilmu pengetahuan tanpa agama akan pincang.” Salah seorang pendiri fisika modern dokter asal Jerman Max Planck mengatakan bahwa tiap orang yg mempelajari ilmu pengetahuan dgn sungguh-sungguh akan membaca pada gerbang istana ilmu pengetahuan sebuah kata “berimanlah”. Keimanan adl atribut penting seorang ilmuwan. Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yg muncul bersamaan dgn kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti telah disebutkan sebelumnya paham materialisme berusaha menjelaskan alam semesta melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu hidup atau tidak hidup muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yg kemudian mencapai kondisi teratur. AKan tetapi akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yg mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis yg bertentangan dgn karakteristik paling mendasar akal manusia ini memunculkan teori evolusi di pertengahan abad ke-19. Khayalan Darwin Orang yg mengemukakan teori evolusi sebagaimana yg dipertahankan dewasa ini adl seorang naturalis amatir dari Inggris Charles Robert Darwin. Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dgn sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle yg berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paroh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini ia menduga bahwa asal-usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep “adaptasi terhadap lingkungan”. Menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan tetapi berasal dari nenek moyang yg sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau peneliteian ilmiah apa pun tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yg beradaptasi pada habitat mereka dgn cara terbaik akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yg menguntungkan ini lama kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yg sama sekali berbeda dgn nenek moyangnya . Menurut Darwin manusia adl hasil paling maju dari mekanisme ini. Darwin menamakan proses ini “evolusi melalui seleksi alam”. Ia mengira telah menemukan “asal-usul spesies” suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia memublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yg berjudul The Origin of Spesies By Means of Natural Selection pada tahun 1859. Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab Difficulties of the Theory. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yg sangat tidak memadai utk sebuah kesulitan tersebut. Seorang ahli Fisika Amerika Lipson mengomentari “kesulitan-kesulitan” Darwin tersebut “Ketika membaca The Origin of Spesies saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yg sering dikatakan orang tentangnya; bab Difficulties of The Theory misalnya menunjukkan keragu-raguannya yg cukup besar. Sebagai seorang fisikawan saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya mengenai bagaimana mata terbentuk.” Saat menyusun teorinya Darwin terkesan dgn para ahli biologi evolusionis sebelumnya terutama seorang ahli biologi Prancis Lamarck. Menurut Lamark makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yg mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh jerapah berevolusi dari binatang yg menyerupai antelop. Perubahan ini terjadi dgn memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yg lbh tinggi utk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang “pewarisan sifat-sifat yg diperoleh” sebagai faktor yg menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Namun Darwin dan Lamarck telah keliru sebab pada masa mereka kehidupan hanya dapat dipelajari dgn teknologi yg sangat primitif dan pada tahap yg sangat tidak memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia belum ada sekalipun hanya nama. Karena itu teori mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan imajinasi. Pada saat gema buku Darwin tengah berkumandang seorang ahli botana Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19 penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an penemuan struktur molekul DNA yg berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adl kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yg diajukan Darwin. Perkembangan ini mestinya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi krn ada kelompok-kelompok tertentu yg bersikeras merivisi memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan idiologis bukan sekadari kepentingan ilmiah. Usaha Putus Asa Neodarwinisme Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis krn hukum-hukum genetika yg ditemukan pada perempatan pertama abad ke-20. Meskipun demikian sekelompok ilmuwan yg bertekat bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka berkumpul dalam sebuah pertemuan yg diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky; ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley; ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen; ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewal Right setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara utk “menambali” sulam darwinisme. Kader-kader ini berfokus pada pertanyaan tentang asal-usul variasi menguntungkan yg diasumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi-sebuah masalah yg tidak bisa dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dgn bergantung pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adl “mutasi acak”. Mereka menamakan teori baru ini “Teori Evolusi Sintesis Modern” yg dirumuskan dgn manambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam Darwin. Dalam waktu singkat teori ini dikenal sebagai neodarwinisme dan mereka yg mengemukakan ini disebut neodarwinis. Beberapa dekade berikutnya era perjuangan berat utk membuktika kebenaran neodarwinisme. Telah diketahui bahwa mutasi atau “kecelakaan” yg terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan. Neodarwinis berupaya memberikan contoh “mutasi yg menguntungkan” dgn melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir dgn kegagalan total. Mereka juga berupaya membuktikan bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi bumi primitif seperti yg diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yg bertujuan membutktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal. Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu pun protein yg merupakan molekul penyusun kehidupan dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula sel yg menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi primitif dan tidak terkendali tidak dapat disintesis oleh laboratorium-labotarium abad ke-20 yg tercanggih sekalipun. Teori neodarwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun “bentuk-bentuk transisi” yg diasumsikan teori neodarwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke spesies lbh maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan bahwa spesies yg diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yg sangat berbeda sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya. Neodarwinisme memang tidak pernah menjadi teori ilmiah tetapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak bisa disebut sebagai semacam “agama”. Oleh krn itu pendukung teori evolusi masih saja mempertahankannya meskipun bukti-bukti berbicara lain. Tetapi ada satu hal yg mereka sendiri tidak sependapat yaitu model evolusi mana yg “benar” dari sekian banyak model yg diajukan. Salah satu terpenting dari model-model tersebut adl sebuah skenario fantastis yg disebut “punctuated equilibrium” Coba-Coba Punctuated Equilibrium Sebagian ilmuwan yg mempercayai teori evolusi menerima teori neodarwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini telah dikemukakan sebuah model lain yg dinamakan “puntuated equilibrium”. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yg terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya model ini menyatakan evolusi terjadi dalam “loncatan” besar yg diskontinu. Pembela fanatik pendapat ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an. Awalnya dua orang ahli paleontologi Amerika Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould sangat sadar bahwa pernyataan neodarwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neodarwinis senantiasa berhadap bahwa bentuk peralihan yg hilang suatu hari akan ditemukan. Eldrede dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi. Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model baru yg disebut puntuated equilibrium tadi. Inilah model yg menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor namun dalam perubahan besar dan tiba-tiba. Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh O.H. Shindewolf seorang ahli paleontologi dari Eropa yg merintis jalan bagi Eldredge dan Gould menyatakan bahwa burung pertama muncul dari sebutir telur reptil sebagai “mutasi besar-besaran” yakni akibat “kecelakaan” besar yg terjadi pada struktur gen. Menurut teori tersebut seekor binatang darat dapat menjadi paus raksasa setelah mengalami perubahan menyeluroh secara tiba-tiba. Pernyataan yg sama sekali bertentangan dgn hukum-hukum genetika biofisika dan biokimia ini sama ilmiahnya dgn dongen katak yg menjadi pangeran! Dalam ketidakberdayaan krn pandangan neodarwinis terpuruk dalam krisis sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini teori baru yg bahkan lbh ganjil daripada neodarwinisme itu sendiri. Satu-satunya tujuan model ini adl memberi penjelasan utk mengisi celah dalam catatan fosil yg tidak dapat dijelaskan model neodarwinis. Namun usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dgn pernyataan bahwa “seekor burung muncul tiba-tiba dari sebutir telur reptil” sama sekali tidak rasional. Sebagaimana diakui oleh evolusionis sendiri evolusi dari satu spesies ke spesies lain membutuhkan perubahan besar informasi genetis yg menguntungkan. AKan tetapi tidak ada mutasi yg memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya. Mutasi hanya merusak informasi genetis. Dengan demikian “mutasi besar-besaran” yg digambarkan oleh model puntuated equlibrium hanya akan menyebabkan pengurangan atau perusakan “besar-besaran” pada informasi genetis. Lebih jauh lagi model puntuated equilibrium runtuh sejak pertama kali muncul krn ketidakmampuannya menjawab pertanyaan tentang asal-usul kehidupan pernyataan serupa yg menggugurkan model neo-Darwinis sejak awal. Karena tidak satu protein pun yg muncul secara kebetulan perdebatan mengenai apakah organisme yg terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi secara “tiba-tiba” atau “bertahap” tidak masuk akal. Kendati demikian neodarwinisme masih menjadi model yg terlintas dalam pikiran ketika “evolusi” menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya kita akan melihat dua mekanisme rekaan model neodarwinis kemudian memeriksa catatan fosil utk menguji model saat ini. Setelah itu kita akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yg menggugurkan model neodarwinis dan semua model evolusionis lain seperti “evolusi dgn lompatan” . Sebelumnya ada baiknya mengingatkan pembaca bahwa fakta yg akan kita hadapi di tiap tahap adl bahwa skenario evolusi merupakan sebuah dongeng belaka kebohongan besar yg sama sekali bertentangan dgn dunia nyata. Ini adl sebuah skenario yg telah digunakan utk membohongi dunia selama 140 tahun. Berkat penemuan-penemuan ilmiah terakhir usaha kontinu yg mempertahankan teori tersebut akhirnya menjadi mustahil.

Read More......

Otak Kiri dan Otak Kanan

Latihan Menyeimbangkan Otak Kanan dan Kiri

Kreativitas dan imaginasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya. Dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.

Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang.

Sayangnya sistem pembelajaran di negeri kita masih mengacu pada perkembangan otak kanan semata. Padahal di Eropa dan Amerika misalnya, pendidikan yang diterapkan berupa kegiatan menari, menyanyi, melukis dan sebagainya pada awal-awal pendidikan. Mereka yakin dengan merangsang seni, kreativitas dan imajinasi terlebih dahulu, ketika belajar yang matematika dan analogis nantinya bisa lebih baik. Kondisi ini terbalik di Indonesia yang nampak dari kurikulum nasionalnya tampak cenderung melalaikan pengembangan kreativitas dan imajinasi anak.

Padahal kreativitas dan imajinasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya. Dengan demikian maka dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.

Namun, bukan berarti belahan otak kanan lebih penting daripada belahan otak yang kiri, ataupun sebaliknya. Kedua-duanya sangat penting, karena itu keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling menguatkan. Jika hanya terfokus pada salah satu belahan maka belahan yang kurang berkembang akan terhambat dalam menjalankan fungsinya. Anak menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi belahan otak kanannya yang lebih kerap digunakan, nantinya anak malah lambat dalam berpikir logis, linier dan teratur yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa latihan dan kebiasaan ini sebaiknya dilakukan tiap hari.

Meningkatkan Daya Ingat dan Logika Berpikir
Banyak orangtua yang berpandangan bahwa dengan sekali membaca anak yang pintar akan bisa mengingatnya dengan baik. Maka ketika seorang anak kemudian lupa pada apa yang baru dibacanya kemudian dianggap daya ingatnya rendah. Memang ada 1% anak yang seperti itu, tetapi kebanyakan anak membutuhkan waktu paling tidak 3 kali untuk mengulang dan mengingatnya kembali agar kuat tertanam di benaknya. Jadi tidak bosan mengulang membaca pelajaran adalah hal yang harus dibiasakan pada anak. Karena belum paham hal tersebut maka kita sebagai orangtua harus memotivasi mereka. Dengan bermain tebak-tebakan misalnya maka anak akan terdorong untuk mengingat kembali apa yang barusan dibacanya. Atau sesekali orangtua yang membaca dan anak mendengarnya, kemudian tanya anak kembali beberapa hal yang diingatnya. Bahkan main tebak-tebakan ini bisa dilakukan tiap waktu, sambil makan malam, sambil menonton TV, dalam perjalanan mengantarnya sekolah misalnya.

Alat Peraga dan Optimalkan Panca Indera
Alat peraga merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk membuat ingatan anak makin kuat serta mudah mencerna sehingga daya analogi-logikanya berjalan. Misalnya menerangkan pembagian, pergunakan kerikil atau biji-bijian sehingga anak mudah memahami bahwa 20 biji kalau dibagi 2 maka sama rata tiap bagian akan berjumlah sepuluh. Dengan makin banyak alat bantu yang bisa disentuh, dilihat, dibaui dan didengarnya maka akan makin kuat memori anak. Jadi optimalkan kelima panca inderanya untuk membentuk kesan yang kuat pada memorinya.

Biasakan Rapi dan Disiplin
Sementara untuk membantu anak tidak melupakan barang-barangnya dan tidak teledor, maka biasanya anak bertindak rapi dan disiplin untuk meletakkan barang-barang sesuai dengan tempatnya. Misalnya bedakan di mana tempat menaruh peralatan sekolahnya, buku-buku pelajaran, alat-alat bermain, peralatan keterampilan, buku-buku sekolah maupun buku-buku komiknya. Kebiasaan kecil ini kalau diremehkan akan membentuk sikap teledor dan pelupa sampai dewasa.

Musik, Seni dan Olah Raga
Di pagi hari, hidupkan musik yang dinamis, siang hari musik yang lebih menenangkan agar anak bisa beristirahat. Musik apapun merupakan stimulan yang ampuh untuk membuat kita tenang atau memberikan dorongan semangat. Dorong anak mengembangkan bakat seni atau olah raga yang nampak disukainya. Bermain yang membutuhkan banyak gerakan fisik juga merupakan salah satu bentuk olah raga ringan yang bagus untuk merangsang otak kanannya seperti bersepeda atau kejar-kejaran. Akan lebih bagus lagi apabila lebih rutin dan terkontrol seperti berenang, lari pagi tiap minggu, karate dll.

Membaca dan Berbahasa yang Baik dan Benar
Membaca merupakan media untuk membuka jendela dunia. Kebiasaan membaca buku-buku yang baik yang memiliki kosa kata dan dialog yang baik merupakan contoh yang sering menjadi bahan imitasi berbahasa anak sehari-hari. Maka berikan buku-buku bacaan yang berkualitas. Demikian pula cara kita berbicara akan sering didengar anak dan menjadi contoh pula caranya berkomunikasi dengan orang lain, jadi pergunakan cara berbahasa yang baik dan benar. Membacakan cerita sebelum tidur, selain akan menambah kosa kata anak juga akan melatihnya berbahasa sesuai dengan dialog yang didengarnya.

Melatih Daya Tahan terhadap Rasa Kecewa
Banyak orangtua yang merasa bersalah karena masa kecilnya yang serba kekurangan atau merasa kurang waktu untuk anak, kemudian menggantikannya dengan memenuhi segala permintaan anak. Pada akhirnya anak sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak keinginannya, bagaimana menahan keinginan, ataupun rasa kecewa ketika gagal mencapai suatu hal. Padahal hal-hal ini sangat berguna untuk merangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosinya, kemampuan pada otak kanan yang berhubungan dengan kecerdasan emosinya kelak. Jadi sesekali boleh kita melakukannya, tetapi tentu saja jangan biarkan anak frustrasi berkepanjangan, komunikasi dan berikan pengertian sehingga anak bisa belajar mentoleransi dan beradaptasi dengan rasa kecewanya. Selamat berlatih dan membiasakannya menjadi kebiasaan rutin dan baik. (www.balipost.co.id)
Read More......

Otak Kiri dan Otak Kanan

ADAKAH ANDA BERADA DI MINDA KANAN ANDA?

Mengapa ianya dititik beratkan?
Pernahkah anda bertemu dalam satu perbicangan yang mendalam atau cuba mempersetujui tentang isu-isu tertentu?
Pernahkah ada ahli keluarga menghilangkan diri didalam bilik untuk jangkamasa yang lama?
Pernahkah anda kenal seseorang yang mampu memberi penerangan terperinci bila berbincang tentang tayangan yang mereka lihat atau tempat yang mereka lawati?
Adakah anda mengalami kesusahan memahami mengapa orang lain tidak dapat memahami situasi seperti yang anda tahu?


Masaalahnya bukanlah apabila seseorang itu degil, tetapi bagaimana setiap seorang dari kita merasakan satu situasi pada satu-satu masa. Sebenarnya ianya berdasarkan bagaimana otak kita memproses maklumat yang diterima. Memahami perbezaan bagaimana otak kita memproses informasi untuk menolong kita memahami perbezaan pada manusia. Memahami akan perkara ini akan menambah sifat menghargai dan tolenrasi pada diri kita dan orang lain.

Topik-topik dalam kursus ini akan menolong peserta:

* Meningkatkan waspada diri dengan memahami bagaimana kita berfikir dan memproses informasi.
* Memahami pemikiran utama atau hemisfera otak yang lebih dominant, dan
* Meningkatkan penghargaan individu dan keluarga melalui penghargaan dalam proses yang berbeza

Pengenalan

Otak kita adalah satu sistem computer rumit yang dikawal oleh dua bahagian. Kedua-dua bahagian ini mempunyai kemahiran dan cara berfikir yang berbeza. Bahagian kanan otak memproses maklumat dengan cepat (rapid), melewati ruang dimensi fizikal (spatial) dan tanggapan yang tepat (perceptual). Otak kiri memproses dengan cara yang berbeza tetapi dalam bentuk lisan yang lebih kompleks, berbentuk analisa.

Para saintis telah membuktikan kita adalah satu kejadian dengan dua bahagian otak. Setiap bahagian mempunyai cara tersendiri dalam pemahaman dan penerimaan realiti. Kedua-duanya dapat bekerjasama, dengan setiap bahagian mempunyai keistimewaan tersendiri. Pada satu-satu waktu, setiap bahagian berfungsi sendiri, dengan satu bahagian “buka” manakala bahagian yang satu lagi “tutup”. Individu boleh menukar semula dan keluar tetapi cenderung pada bahagian yang dipilih. Walaupun yang dipilih tak selalu berubah, adalah berkemungkinan bagi kita untuk perkembangkan kemahiran pada kedua-duanya.

Sebagai contoh apabila dua orang berbincang tentang sesuatu mesyuarat. Yang pertama mungkin menitikberatkan tentang isi, topik perbincangan, keputusan yang dibuat dan matlamat jangka panjang. Yang kedua mungkin berbincang tentang kehadiran, maklumat yang dikongsi dan tindakan yang diambil. Setiap satu mempunyai persepsi yang berbeza tentang mesyuarat tersebut, bergantung bagaimana cara mereka memproses maklumat tersebut.

Setiap Seorang Mempunyai Bahagian Yang Dominan.

Bagi membantu kita mengenali hal ini, minta individu tersebut sertai aktiviti dibawah.

Karektor fizikal

Minta peserta memilih pasangan. Minta mereka berdiri berhadapan satu sama lain, kedua-duanya mengadap arah yang sama. Minta pasangan memeriksa kecenderungan fizikal berikut, dan tuliskan samaada ianya “kiri” atau “kanan” yang diperkatakan. Baca arahan berikut:-

1. Jika peserta memakai jaket atau sweater dengan pad lengan, minta dia tanggalkan jaket atau sweater itu. Pasangannya perlu berdiri dibelakang dan letakkan dibahagian tertinggi bahu peserta. Mana lebih tinggi? (Jawapan samada kanan atau kiri)
2. Pusing dan mengadap pasangan anda. Senyum.Bahagian mana lebih tinggi?
3. Satukan kedua-dua tangan anda. Ibu jari yang mana lebih panjang? Ini patut menjadi posisi yang paling selesa untuk anda.
4. Bentukkan teleskop dengan tangan anda. Umpamakan diri anda menggunakan teleskop. Mata mana yang anda akan gunakan untuk melihat?(Mata ini juga yang anda biasa gunakan untuk melihat lensa kamera).
5. Kaki mana yang lebih besar?

Jika jawapan anda lebih kepada “kiri”, kecenderungan fizikal untuk diproses lebih pada “otak kanan”. Jika jawapan lebih kepada “kanan”, kecenderungan fizikal lebih pada “otak kiri”. Jika jawapan yang lebih kurang sama, maka proses lebih pada “keseluruhan otak”.
Adakah keputusan itu tetap? Ramai orang menunjukkan tanda-tanda yang bercampur-aduk, menunjukkan mereka menggunakan kudua-dua bahagian untuk memproses maklumat.

Bahagian kiri otak mengawal bahagian kanan tubuh, manakala bahagian kanan mengawal kiri tubuh. Serangan pada bahagian kiri otak boleh melumpuhkan bahagian kanan tubuh. Ianya boleh menyebabkan beberapa fungsi tubuh seperti penguasaan bahasa. Jika seseorang selalu memproses munggunakan otak kanan, bahagian kiri tubuhnya akan terbentuk untuk menjadi lebih besar, kuat dan lebih berkembang.

Proses Keseluruhan Otak

Kita semua memikir menggunakan keseluruhan otak. Bagaimanapun, satu bahagian darinya lebih menguasai atau mendominasi. Dalam berfikir, sebagai contoh, otak berada dalam keadaan bercakap sendirian. Bagaimanapun, satu bahagian akan lebih mendominasi untuk mengeluarkan kata-kata lebih kuat atau memberi arahan.

Bahagian yang dominasi akan merancang personaliti hidup seseorang, bahagian yang seseorang itu lebihkan, dan dalam bentuk dimana seseorang itu memberi respon terhadap tekanan atau krisis. Dimana corak pemikiran masing-masing adalah berbeza, kedua-dua bahagian otak juga adalah berbeza dan pendapat pada satu situasi yang sama juga berbeza.

Adalah menguntungkan untuk kita perkembangkan kedua-dua bahagian otak kerana ini akan menambahkan lagi maklumat dalam menyelesaikan masaalah. Dengan menjadi waspada tentang cara meransangkan bahagian yang tidak dominasi, individu akan lebih mudah merangkumi didalam menghadapi situasi kehidupan yang berbeza. Beberapa idea disediakan dalam risalah peserta.. Anda dapat rujuk beberapa idea dengan peserta.

Ideanya ialah berjuang untuk menjadi pengerak dengan seluruh otak (whole brain processor). Jika anda menguasai proses dominasi otak kiri, dengan perkembangkan otak kanan anda akan menjadi lebih kreatif dan berkemampuan. Dengan perkembangkan bahagian yang kiri, proses otak kanan akan menjadi lebih logik dan analisi.

Cara lain untuk perkembangkan pemikiran keseluruhan otak ialah dengan lompat tali atau “jalan bersilang kaki”. Setiap aktiviti memerlukan ransangan kedua-dua bahagian tubuh berulang-ulang.

Latihan seterusnya,”Jalan bersilang kaki,” mungkin memerlukan masa untuk peserta berdiri dan melakukan regangan(stretch). Minta peserta berdiri. Minta mereka angkat lutut kanan dan sentuh siku kiri, kemudian sebaliknya. Lakukannya sebanyak 10 kali.

Karektor Otak Kiri – Otak Kanan

Pertuturan vs bukan pertuturan- kebolehan pertuturan biasanya terletak didalam otak kiri. Proses otak kanan mungkin menghadapi kesukaran menamakan atau melabelkan objek biasa, tetapi akan notis karektor bukan pertuturan orang yang bercakap.

Analisa vs Bercampur-aduk – Otak kiri yang menganalisa biasanya menyebabkan kerja berjalan berperingkat-peringkat dalam satu masa, satu demi satu. Biasanya lambat dan membosankan. Manakala proses campur-aduk otak kanan cuba menemukan perhubungan dan membuat perkara lain sekaligus.

Simbol(tanda) vs Konkrit(wujud)– Proses otak kiri berfikir dalam bentuk (tanda/symbol) , angka dan huruf. Proses otak kanan perlu wujud dan belajar melalui perbuatan, sentuhan dan gerakan.

Tepat masa vs Tak tepat masa – Proses otak kanan kurang memikirkan waktu. Apabila mereka menyertai sesuatu projek, mereka tidak mengira berapa lama masa telah berlalu. Proses otak kiri biasanya lebih menepati waktu.

Duniawi vs Spiritual - Proses otak kanan lebih banyak menjuruskan kearah spiritual. Proses otak kiri lebih banyak menjurus kearah duniawi.

Rational vs Tidak Rational – Proses otak kiri lebih banyak berdasarkan realiti dan perlu melihat pada logik dan penyebab pada sesuatu keputusan. Proses otak kanan tidak mempedulikan alasannya dalam mencari cara terbaik dalam membuat sesuatu dan mimpikan tentang cara sesuatu perkara perlu dan boleh jadi.

Logik vs Intuitif (Pengetahuan) – Otak kanan lebih mengikut urutan dan logik, 1-2-3, satu perbuatan dalam satu masa dengan system keutamaan. Otak kanan bagaikan meletup dengan pencaturan yang pelbagai tanpa ada keutamaan.

Lurus vs Holistik – Lurus bermakna sebahagian-dari-keseluruhan. Sementara otak kiri mengambil bahagian yang sedikit, mengatur dalam aturan logik, dan kembali dengan kesimpulan, otak kanan perlu melihat gambaran sepenuhnya. Holistic, seluruh-bahagian, bermakna otak kanan bermula dengan konsep total dan kemudiannya baru memandang pada bahagian- bahagian yang sedikit.

Perkataan terakhir yang diperkatakan – Proses otak kanan lebih mudah mengingati perkataan terakhir yang diperkatakan.

Tunggal vs Serentak (Sekaligus) – Proses otak kanan biasanya berkehendak untuk melakukan dua atau lebih perkara dalam satu masa. Proses otak kiri biasanya suka melakukan satu perkara dalam satu masa. Habiskan satu projek sebelum memulakan yang lain.

Ingat cara otak memproses bukanlah baik atau buruk. Keadaan mungkin mempengaruhi jika kualiti untuk menjadi asset atau kerosakan. Situasi mempengaruhi apa yang perlu berlaku dan sebelah mana yang perlu mengambil tempat. Idea seterusnya mungkin membantu mungkin dapat membantu anda melihat bagaimana sesuatu situasi biasa mempengaruhi dominasi otak.

Melayani kreativiti merupakan skil (kemahiran) otak kanan. Orang otak kanan mampu mengambil pola beberapa silang jahitan yang berbeza, cantumkan dengan beberapa warna baru, dan membuat sesuatuyang baru. Proses otak kiri hanya mengikut apa yang tersedia pada pola itu.Semasa memasak. Proses otak kiri hanya menurut resepi secara tetap. Proses otak kanan suka menggunakan kreativiti didalam dapur.

Bagaimana proses otak dicuci? Muncul desakan, kepadatan. Proses otak kiri biasanya suka keteraturan dan arahan (peraturan). Bayangan adalah mudah bagi kebanyakan proses otak kanan. Mereka berfikir dalam gambaran. Proses otak kiri berfikir dalam perkataan dan menghadapi masaalah menggambarkan.

Minta kepada sahabat mengambil pen atau pensil dan lakarkan diatas kertas cara untuk sampai kerumah mereka.

Proses otak kiri biasanya melakarkan langkah satu demi satu(step-by step direction). Manakala proses otak kanan biasanya melakarkan peta. Sesetengah menggunakan proses yang lebih lengkap dengan kedua-dua peta dan langkah(directions)nya sekali.

Perbezaan penggunaan bahagian otak membawa kepada perbezaan karektoristik. Sebagai contoh, Proses otak kanan suka arahan dan kestabilan; Proses otak kanan lebih menyukai corak kehidupan yang tidak rasmi (Informal way).

Sementara mereka menghadapi masaalah untuk mengeluarkan pendapat dengan pertuturan, Proses otak kanan lebih suka menggunakan ujian bertulis. Orang yang menggunakan otak kiri biasanya suka mempelbagaikan ujian.

Jika ada masa, anda mungkin hendak memperkatakan tentang karektoristik beberapa orang yang berbeza yang mungkin menunjukkan samaada mereka adalah pengguna otak kanan atau atau otak kiri.

Ringkasan

Otak kanan dan otak kiri mempunyai pertindihan kemahiran dan perbezaan cara berfikir. Memahami perbezaan ini akan menambah rasa menghargai diri dan orang lain. Masing-masing mempunyai kecenderungan semulajadi berbanding satu sama lain. Yang mana lebih membawa kecenderungan, kedua-dua belah otak digunakan dan pendapat yang mengubah proses kedua belahnya. Matlamat utama ialah untuk memproses menggunakan seluruh otak.

“Sekali minda manusia diperluaskan dengan maksud (idea) yang baru ,jangan berpaling ke dimensi (keadaan)sebelumnya” – Nizam MENJARO.
Read More......

Kamis, 24 Februari 2011

Otak Kiri dan Otak Kanan

OTAK KIRI DAN OTAK KANAN


Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.

Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.

Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.

Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.

Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.

Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:
Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal

Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier
Dari penjabaran diatas, kita dapat simpulkan betapa perbedaan “bahasa” diantara kedua sisi otak kita adalah tidak sama. Seorang yang memilih jurusan, profesi atau pekerjaan berdasarkan kemampuan otaknya dalam mencerna “bahasa” pikiran, tentunya telah terbiasa menggunakan bagian otaknya (kanan atau kiri) sehingga bagian tersebut lebih banyak berperan dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga adalah kurang tepat, bila serta merta seorang seniman musik dipaksakan bekerja untuk menghitung angka2, rumus2 dan analisa. Demikian juga sebaliknya, adalah kurang tepat bila serta merta seorang financial analisis dipaksakan bekerja untuk hal2 yang bebahasa symbol, imajinasi dan gambar abstrak.
Selayaknya kita menganggap kecenderungan ini bukan sebagai suatu kelemahan, tapi justru menjadi suatu kelebihan pada tiap individu. Kelebihan yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan KEKUATAN dalam diri individu itu sendiri. .

Bayangkan bila kedua kekuatan ini dapat digunakan secara adil, seimbang dan harmonis dalam suatu frame kehidupan atau kemitraan, akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, karena tentunya bisa saling mengisi dan saling melengkapi. Penyeimbangan antar kedua fungsi otak kanan dan kiri inilah yang akan memberikan kontribusi pemikiran yang lebih baik daripada pemikiran yang hanya condong pada satu sisi otak saja. Namun sebagai individu yang berbeda, tentunya kendala2 pemahaman “bahasa otak” akan sedikit mengalami adaptasi, dan hal ini dapat diatasi bila kedua pihak saling bertoleransi dan berpikiran positif.

Berikut ini tip atau cara mengetahui apakah anda cenderung menggunakan otak kiri atau otak kanan.

Rentangkan dua tangan anda keatas seperti ini :

Kemudian lakukan suatu gerakan hingga kedua tangan seperti dibawah ini:




Coba anda perhatikan jempol tangan kiri dan tangan anda berada dimanakah?

jempolve4

Jika “jempol tangan kiri” anda berada paling atas (dipuncak) maka selamat anda telah bertipe “otak kanan”

Sebaliknya jika “jempol tangan kanan” anda berada diatas (dipuncak) maka maka selamat anda telah bertipe “otak kiri”

Selamat mencoba!!

NAHH KLU YANG INI

PERCOBAAN KONFLIK OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

dengan TEST WARNA

otak kiri dan otak kanan

Coba anda perhatikan tulisan-tulisan di atas yang menyatakan warna (Kuning, orange, biru, hitam, dan selanjutnya), kemudian sebutkanlah warnanya bukan menyebutkan tulisannya. Otak kanan anda berusaha menyebutkan warnanya, tetapi otak kiri anda tetap membaca tulisannya ! Coba anda praktekkan, pasti anda akan terganggu oleh konflik otak kiri dan otak kanan anda

sumber: milis

ps: (updated)

Berikut sifat-sifat orang yang dominan otak kiri dan kanan:
Dominan Otak Kiri
Dominan Otak Kanan
Menggunakan logika Menggunakan perasaan
Berorientasi detail Berorientasi secara keseluruhan
Melihat fakta Melihat imajinasi
Kata-kata dan bahasa Simbol dan gambaran
Hari ini dan masa lalu Hari ini dan masa depan
Matematika dan ilmu pengetahuan Filosofi dan religi
Mengetahui Memahami
Mengetahui Mempercayai
Mengakui Mengapresiasi
Mempersepsi urutan/pola Mempersepsi secara spasial/ruang
Mengetahi nama objek Mengetahui kegunaan objek
Berdasar pada realita Berdasar pada fantasi
Menyusun strategi Berdasar pada apa yang terjadi
Praktis Terburu-buru/tidak sabar
Bermain aman Mengambil resiko
Read More......

Rabu, 23 Februari 2011

Praktikum Biologi

Kata pengantar

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan pada kita berupa pengetahuan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu, kemudian salam dan sejahtera atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan keluarganya serta para sahabatnya.
Makalah yang kami buat ini berisi tentang pembahasan mengenai “Sistem Pencernaan Pada Ikan Bandeng”. Melalui makalah ini mudah mudahan saja dapat menambah wawasan pembaca tentang masalah sistem pencernaan pada ikan tersebut.
Kami menyadari sebagai manusia biasa tak lepas dari kekhilafan. Jika memang dalam penulisan makalah ini ada kekurangannya, maka semata mata dari kami mohon maaf serta saran yang membangun dari pembaca kami harapkan. Dan jika ada kebaikannya, semata mata atas hidayah dari Allah.

Kamanre, Januari 2011

Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
Ikan merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang dan siripnya serta tergantung pada air sebagai medium untuk kehidupannya. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. Dari keseluruhan vertebrata, sekitar 50,000 jenis hewan, ikan merupakan kelompok terbanyak di antara vertebrata lain memiliki jenis atau spesies yang terbesar sekitar 25,988 jenis yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13,630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. Jumlah jenis ikan yang lebih besar di perairan laut, dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar.
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang ada pada daging ikan diperoleh dari luar, yaitu dengan mengkonsumsi makanan (pakan). Untuk mengkonsumsi makanan maka ikan memerlukan sistem pencernaan agar bahan tersebut dapat diproses. Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara fisik dan kimia, sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sistem pencernaan dan kelenjar pencernaan yang terdapat pada ikan. Sedangkan mafaat dari penyusunan makalah ini adalah dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan sumber referensi atau acuan bagi para pembaca, baik mahasiswa, masyarakat umum maupun para peneliti.


LAPORAN HASIL PENGAMATAN
Tujuan Percobaan :
Ø Mengetahui saluran dan kelenjar pencernaan yang menyusun sistem pencernaan pada ikan

Alat dan Bahan:
1. Alat
Ø Pisau
Ø Gunting
Ø Talang
2. Bahan
Ø Ikan bandeng

Cara Kerja :
1. Bedah sperimen mulai dari bagian dekat insang sampai ekor
2. Amati organ dalam yang merupakan alat-alat pencernaan
3. Gambar hasil pengamatan

Hasil Pengamatan :




BAB II
PEMBAHASAN
STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT PENCERNAAN PADA IKAN

A. Sistem Pencernaan
Secara anatomis, struktur alat pencernaan ikan berkaitan dengan bentuk tubuh, kebiasan makanan, tingkah laku ikan dan umur ikan. Sistem atau alat pencernaan pada ikan terdiri dari dua bagian, yaitu saluran pencernaan (Tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan (Glandula digestoria).
B. Saluran pencernaan
Mulai dari muka ke belakang, saluran pencernaan tersebut terdiri dari mulut, rongga mulut, farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus.


a. Mulut
Bagian terdepan dari mulut adalah bibir, pada ikan-ikan tertentu bibir tidak berkembng dan malahan hilang secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang (ikan famili scaridae, diodotidae, tetraodontidae). Pada ikan belanak atau tambakan, bibir berkembang dengan baik dan menebal, bahkan mulutnya dapat disembulkan. Keberadaan bibir berkaitan erat dengan cara mendapatkan makanan. Di sekitar bibir pada ikan tertentu terdapat sungut, yang berperan sebagai alat peraba. Mulut terletak di ujung hidung dan juga terletak di atas hidung.
b. Rongga mulut
Di bagian belakan mulut terdapat ruang yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini berhubungan langsung dengan segmen faring. Secara anatomis organ yang terdapata pada rongga mulut adalah gigi, lidah dan organ palatin. Permukaan rongga mulut diselaputi oleh lapisan sel permukaan (epitelium) yang berlapis. Pada lapisan permukaan terdapat sel-sel penghasil lendir (mukosit) untuk mempermudah masuknya makanan. Disamping mukosit, di bagian mulut juga terdapat organ pengecap (organ penerima rasa) yang berfungsi menyeleksi makanan.
c. Farings
Lapisan permukaan faring hampir sama dengan rongga mlut, masih ditemukan organ pengecap, Sebagai tempat proses penyaringan makanan.
d. Esofagus
Permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir untuk membantu penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi)
e. Lambung
Lambung merupakan segmen pencernaan yang diameternya relatif lebih besar bila dibandingkan dengan organ pencernaan yang lain. Besarnya ukuran lambung berkaitan dengan fungsinya sebagai penampung makanan. Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh sel mukus yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari kerja asam klorida. Sebagai penampung makanan dan mencerna makanan secara kimiawi. Pada ikan-ikan herbivora terdapat gizard (lambung khusus) berfungsi untuk menggerus makanan (pencernaan secara fisik).


f. Pilorus
Pilorus merupakan segmen yang terletak antara lambung dan usus depan. Segmen ini sangat mencolok karena ukurannya yang mengecil/menyempit.
g. Usus ( intestinum)
Merupakan segmen yang terpanjang dari saluran pencernaan. Intestinum berakhir dan bermuara keluar sebagai anus. Merupakan tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan
h. Rektum
Rektum merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung. Secara anatomis sulit dibedakan batas antara usus dengan rektum. Namun secara histologis batas antara kedua segmen tersebut dapat dibedakan dengan adanya katup rektum.
i. Kloaka
Kloaka adalah ruang tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital. Ikan bertulang sejati tidak memiliki kolaka, sedangkan ikan bertulang rawan memiliki organ tersebut.
j. Anus
Anus merupakan ujung dari saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak di sebelah depan saluran genital. Pada ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, anus terletak jauh dibelakang kepala bedekatan dengan pangkal ekor. Sedangkan ikan yang tubuhnya membundar, posisi anus terletak jauh di depan pangkal ekor mendekati sirip dada.
C. Kelenjar Pencernaan
Kelenjar pencernaan berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya akan bertugas membantu proses penghancuran makanan. Enzim pencernaan yang dihasilkan oleh ikan buas juga berbeda dengan ikan vegetaris. Ikan buas pada umumnya menghasilkan enzim-enzim pemecah protein, sedangkan ikan vegetaris menghasilkan enzim-enzim pemecah karbohidrat. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Disamping itu, saluran pencernaannya (lambung dan usus) juga berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.


Hati meupakan organ penting yang mensekresikan bahan untuk proses pencernaan. Organ ini umumnya merupakan suatu kelenjar yang kompak, berwarna merah kecokelatan. Posisi hati terletak pada rongga tubuh bagian bawah, di belakang jantung dan disekitar usus depan. Di sekitar hati terdapat organ berbentuk kantong kecil, bulat, oval atau memanjang dan berwarna hijau kebiruan, organ ini dinamakan kantung empedu yang fungsinya untuk menampung cairan empedu yang disekresikan oleh organ hati. Secara umum hati berfungsi sebagi tempat metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta tempat memproduksi cairan empedu.
Pankreas merupakan organ yang mensekresikan bahan (enzim) yang berperan dalam proses pencernaan. Pankreas ada yang berbentuk kompak dan ada yang diffus (menyebar) di antara sel hati. Letak penkreas berdekatan dengan usus depan sebab saluran pankreatik bermuara ke usus depan. Saluran pankreatik yaitu saluran-saluran kecil yang bergabung satu sama lain dan pada akhirnya akan terbentuk saluran yang keluar dari pankreas menuju usus depan.
D. Proses Pencernaan
Sebelum makanan di sambar dan ditelan, terlebih dahulu telah menimbulkan rangsangan berupa nafsu untuk makan. Nafsu untuk makan ini dapat dirangsang melalui penglihatan, bau dan rabaan. Begitu ada nafsu untuk makan, maka alat-alat pencernaanya segera bersiap-siap untuk menerima makanan dan selanjutnat mencernakannya. Setelah makanan digigit, untuk menelannya diperlukan bahan pelicin yaitu air liur. Selai sebagai pelicin, air liur juga mengandung enzim ptialin yang merupakan enzim pemecah karbohidrat menjadi maltosa yang kemudaian dilanjutkan menjadi glukosa. Tapi karena ikan tidak mengunyah makanan, padahal pemecahan karbohidrat membutuhkan waktu yang lama, maka ptialinnya baru dapat bekerja aktif setelah makanan sampai di lambung. Selain mengandung enzim ptialin, air liur juga mengandung senyawa penyangga derajat keasaman (bufer) yang berguna untuk memecah terjadinya penurunan pH agar proses pencernaan dapat berjalan normal.
Apabila makanan telah masuk ke dalam saluran pencernaan, maka dindng saluran pencernaannya akan terangsang untuk menghasilkan hormon gastrin. Hormon ini akan memacu pengeluaran asam klorida (HCL) dan pepsinogen. HCL akan mengubah pepsinogen menjadi pepsin yang merupakan enzim pencernaan akif, yaitu sebagai pemecah protein menjadi pepton (polipeptida). Apabila makanannya banyak mengandung lemak, maka akan dihasilkan juga hormon entergastron.


Di dalam usus, makanan itu sendiri akan merangsang keluarnya hormon kolsistokinin. Hormon ini kemudian akan memacu keluarnyagetah empedu dari hati. Getah empedu itu sebenarnya dibuat dari sel-sel darah merah yang telah rusak di dalam hati. Pengeluaran getah empedu tersebut melalui pembuluh hepatikus yang kemidaian ditampung di dalam kantong empedu. Fungsi getah empedu tersebut adalah memeperhalus butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah larut dalam air dan diserap oleh usus.
Dinding usus juga mengeluarkan hormon sekretin dan pankreozinin. Sekretin akan memacu pengeluaran getah empedu dan pankreas. Getah penkreas ini mengandung enzim amilase, lipase dan protase. Sedangkan hormon pankreozinin menyebabkan rangsangan untuk mempertinggi produksi getah pankreas.
Enzim amilase akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Enzim lipase memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan protase memecah protein menjadi asam amino. Ketiga enzim tersebut dapat mencapai puncak keaktifan apabila kadar protein dalam makanan antara 40-60%. Apabila kadar proteinnya berubah maka untuk mencapai puncak keaktifan, enzim-enzim tersebut membutuhkan waktu untuk menyseuaikan diri.
E. Penyerapan Sari Makanan
Makanan yang sudah dicerna halus sekali kemudian sari-sarinya akan diserap oleh dinding usus. Sebenarnya di dalam lambung juga sudah mulai penyerapan, tapi jumlahnya masih sangat sedikit. Penyerapan yang utama terjadi di dalam usus. Untuk menyerap sari makanan tersebut, dinding usus mempunyai jonjot-jonjot agar permukaannya lebih luas. Melalui pembuluh darah rambut pada jonjot usus tersebut, sari makanan akan diserap ke dalam darah.
Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida, yaitu glikosa, galaktosa, fruktosa dan lain-lain. Proses penyerapannya dipengaruhi oleh hormon insulin. Hormon tersebut dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Di dalam lapisan lendir dinding usus, asam lemak dan gliserol bersatu lagi, untuk kemudian diedarkan keseluruh tubuh melalui limfe (70%) dan melalui pembuluh darah (30%). Sedangkan protein diserap dalam bentuk asam amino yang dibawa ke hati dulu untuk diubah menjadi protein lagi, akan tetapi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh ikan yang bersangkutan.
Zat-zat makanan yang telah diserap oleh darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk keperluan metabolisme, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah pembentukan zat-zat yang lebih kompleks dari zat-zat yang lebih sederhana. Misalnya pembentukan protein dan asam-asam amino. Sedangkan katabolisme adalah pemecahan zat-zat yang merupakan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Misalnya pemecahan karbohidrat menjadi tenaga, air dan karbondioksida.
Pada hewan-hewan darat, yang digunakan sebagai sumber tenaga pertama-tama adalah karbohidrat kemudian disusul oleh lemak sebagai sumber nomor dua dan terakhir protein. Sedangkan pada ikan adalah kebalikan dari hewan darat, yaitu protein, lemak dan karbohidrat.
F. Pencernaan Secara Fisik Mekanik dan Kimiawi
Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.


Read More......